MASUK AKSES ANGGOTA DAFTAR MENJADI ANGGOTA
home / modifikasi / Sang Raja Cafe Racer Yang Mendunia

Sang Raja Cafe Racer Yang Mendunia

Jumat, 03 Februari 2017

 Yamaha RX King 2004 (Tangerang)

Maret 2015, Teguh Setiawan (24 tahun) pria alumni sebuah universitas di Yogyakarta membeli sebuah motor RX135 yang lazim disebut RX King lansiran 2004. Motor ini memiliki reputas yang kuat sebagai motor jambret karena performanya yang handal.

Proses berawal dengan mencari sejumlah refrensi caferacer dari pelbagai sumber dan akahirnya didapatkan ide untuk membangun layaknya Yamaha TZ atau Honda RC dengan fairing penuh alias full fairing. Kemudian dipikirkan apa saja yang diperlukan untuk mewujudkan motor custom ini.

Untuk lebih mempermudah konsep yang ada, maka melepaskan depot pacu dan pengabelan kemudian memotong subframe belakang dan menyisakan main frame. Lalu membuat ulang subframe burita ndengan pipa ¾ inci yang memiliki ketebalan 2 mm untuk mendapatkan susudt sempurna untuk posisi berkendara.

Hal yang sulit bagi Teguh Setiawan ketika harus membuat tangki bahan bakar baru karena sama sekali tak terduga. Awalnya berniat mencari tangki bahan bakar custom yang banyak dijumpai akan tetapi belakangan tidak ada yang cocok.  Pada akhirnya memilih tangki bahan bakar aftermarket dengan desain klasik dari Suzuki A100. Teguh memilih desain tersebut karena bentuk ‘licin’ dan cukup panjang. Untuk urusan depot pacu masih mengandalkan spesifikasi bawaan pabrik, “Hanya saja terkena sentuhan powdercoating dan finishing di pabrik rekanan” terangnya.

Nah ... saatnya mengolah fairing. Mengandalkan lembaran plat galvanis dengan ketebalan 0,8 mm dipotong dan dibentuk sedemikan rupa untuk dijadikan fairing dan ekor motor yang berawal dari sebuah kardus. Ini adalah sebuah tantangan tersendiri pasalnya harus dibentuk dengan sempurna agar sedap dipandang. Hingga pada akhirnya dirasa cukup dan memang memuaskan !

Perangkat kelistrikan diletakan di bawah tangki bahan bakar dan box aki 3,5Ah terletak secara tersembunyi di bawah jok dengan cover yang telah dikrom. Hal yang spesial adalah desain hornet yang dibuat bongkar – pasang sehingga memungkinkan untuk dipasang jok untuk berboncengan. Keren kan?

Saatnya pengecatan.Mulai dari rangka, lengan ayun, sepatbor depan serta tabung sok depan dicat dengan warna hitam solid sedangkan untuk bagian bodi perpaduan warna biru dan hitam. Lebih ciamik lagi, bodi dibuat ala striping Yamaha Racing versi klasik. Pasca itu, penyematan angka keberuntungan 92 di kedua sisi. Artinya apa tuh ya bor? “Hehehe ... itu tahun kelahiran saya mas” terang Teguh.

Yang istimewa dari motor ini adalah mampu menjadi 10 motor terbaik versi Bikebound dan berada di peringkat 2 ! Mantap Jiwa !  

 

Dibangun                    : Teguh Setiawan, IG : @setiawan_teguh

Photo                           : Fabri Zulanudin, IG : @fabrizul

BERIKAN RATING

ARTIKEL TERKAIT

  • Skutik Aa Gym ?

    Rabu, 10 Oktober 2012 2.626 views

    Honda Vario Techno 125 (Bogor)   Ide kreatif bisa muncul dari mana saja, kapan saja. Tak terkecuali skuter matik Honda dengan depot pacu 125cc, 4 tak, berpendingin cair ini. Grafis Repsol sejatinya hanya ...

  • Honda SFA Sportbike Concept Kandidat Pengganti Tiger ?

    Jumat, 31 Oktober 2014 3.316 views

    Yang namanya motor concept selalu menjadi pemikat pengunjung. Dan ini dimengerti benar oleh PT. Astra Honda Motor (AHM) dalam ajang dwi tahunan Indonesia Motor Show (IMOS) 2014 yang digelar Jakarta Convention ...

  • Café Racer Bukan Café Latte

    Sabtu, 06 Oktober 2012 4.096 views

    Honda GL Max 2003 (Balikpapan)   Mild Café Racer, itulah konsep yang ditawarkan Eric Caprin pada Alief Yuvana. Tidak terlalu ekstrem ataupun liar. “Saya ingin tampak seperti terlihat seperti motor versi custom dari ...

BERI KOMENTAR